Gorontalo Utara – Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU), Dr. Fatmah M. Ngabito, S.IP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang berhasil meraih penghargaan internasional pada The 8th International Conference on Religious and Cultural Sciences (INCRECS), Sabtu, 25 Juli 2026.
Penghargaan Best Governance Policy with Local Wisdom diraih melalui penelitian berjudul “Reconstructing Public-Sector Accountability Through Indigenous Cultural Values.” Penelitian tersebut dipaparkan oleh Tirsa Febrianti Liputo, mahasiswa FEB UIGU, serta dibimbing oleh Dr. Nurjana Suleman, M.Ak., Fitrianti, M.Ak., dan Novita Adam, M.Ak.
“Selamat kepada Tirsa Febrianti Liputo dan para dosen pembimbing atas prestasi yang membanggakan ini. Penghargaan internasional tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UIGU memiliki kemampuan akademik, keberanian, dan daya saing untuk tampil pada forum ilmiah internasional,” ujar Dr. Fatmah M. Ngabito.
Rektor menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian individual, tetapi menjadi prestasi bersama seluruh sivitas akademika UIGU. Capaian itu menunjukkan keberhasilan pembimbingan dosen, kesungguhan mahasiswa, serta dukungan kelembagaan dalam mengembangkan kegiatan penelitian.
“Kami memberikan apresiasi kepada Dr. Nurjana Suleman, M.Ak., Fitrianti, M.Ak., dan Novita Adam, M.Ak. yang telah membimbing mahasiswa dalam menyusun dan mempresentasikan penelitian. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat karena dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan prestasi akademik,” jelasnya.
Penelitian yang dipresentasikan Tirsa Febrianti Liputo mengangkat nilai budaya lokal Gorontalo sebagai dasar untuk merekonstruksi akuntabilitas sektor publik. Akuntabilitas tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap peraturan dan kelengkapan administrasi, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Kajian tersebut memperoleh penghargaan karena mampu menghubungkan ilmu akuntansi, tata kelola sektor publik, dan nilai budaya lokal. Kearifan masyarakat Gorontalo ditempatkan sebagai sumber pengetahuan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan bertanggung jawab.
Rektor menegaskan bahwa keberanian mahasiswa mengangkat kearifan lokal memiliki arti penting bagi pengembangan identitas akademik UIGU.
“Perguruan tinggi harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang berakar pada realitas masyarakat. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa nilai budaya Gorontalo dapat dikaji secara ilmiah dan diperkenalkan kepada komunitas akademik internasional,” ungkapnya.
Menurut Rektor, kearifan lokal tidak seharusnya hanya dipahami sebagai warisan budaya. Nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan menjadi dasar pemikiran untuk menjawab persoalan tata kelola, akuntabilitas, pembangunan, dan pelayanan publik.
Dr. Fatmah M. Ngabito mengajak seluruh mahasiswa UIGU untuk menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkuliahan, tetapi juga aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, kompetisi akademik, dan konferensi.
“Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menulis, meneliti, dan menyampaikan gagasan. Pengalaman tampil pada forum ilmiah akan membentuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, dan kepercayaan diri,” pesannya.
UIGU akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis penelitian dan pendampingan dosen. Dukungan juga diarahkan pada peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik tingkat regional, nasional, dan internasional.
Rektor berharap program studi dan fakultas dapat memperluas ruang kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Setiap kegiatan penelitian perlu diarahkan untuk menghasilkan manfaat akademik, sosial, dan kelembagaan.
Rektor juga mengapresiasi kontribusi FEB UIGU sebagai salah satu co-host dalam penyelenggaraan INCRECS ke-8. Keterlibatan sebagai co-host menunjukkan kepercayaan mitra sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik UIGU. Selain menjadi co-host, FEB UIGU mengirimkan empat penelitian yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Sivitas akademika FEB UIGU juga berpartisipasi aktif dalam rangkaian konferensi.
Empat penelitian tersebut membahas deteksi manipulasi laba menggunakan Beneish M-Score, praktik akuntansi dalam tradisi Hileiya, akuntabilitas sektor publik berbasis nilai budaya, dan realitas di balik penganggaran penanganan stunting. “Keterlibatan FEB UIGU sebagai co-host, pengiriman empat penelitian, dan perolehan penghargaan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Hal ini memperlihatkan bahwa program pengembangan akademik fakultas telah memberikan hasil nyata,” kata Rektor.
Partisipasi FEB UIGU turut didukung oleh kehadiran Haris Hasan, S.E., M.M.; Muhammad Anas, S.E., M.M.; La Diu Samiu, S.E., M.M.; Benny Rumambie, S.E., M.M.; dan Melys H. Ali, S.M., M.E. sebagai partisipan dalam konferensi tersebut.
Program peningkatan partisipasi mahasiswa dan dosen pada konferensi ilmiah telah termuat dalam Rencana Strategis Unit Pengelola Program Studi FEB. Program tersebut juga selaras dengan Rencana Induk Pengembangan Universitas Ichsan Gorontalo Utara. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, publikasi, kemahasiswaan, dan kerja sama. Partisipasi pada forum internasional juga menjadi sarana membangun reputasi akademik dan memperkenalkan potensi daerah.
Rektor berharap prestasi mahasiswa FEB UIGU dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui program yang terencana serta pembimbingan berkelanjutan.
“Penghargaan ini harus menjadi awal bagi lahirnya prestasi-prestasi berikutnya. Universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa dan dosen yang memiliki komitmen untuk berkarya dan membawa nama UIGU ke tingkat nasional maupun internasional,” tutup Dr. Fatmah M. Ngabito.
Prestasi pada INCRECS ke-8 menegaskan bahwa mahasiswa UIGU mampu menghasilkan gagasan ilmiah yang berakar pada kearifan lokal dan memiliki relevansi global. Capaian tersebut menjadi sumber kebanggaan sekaligus penggerak peningkatan mutu akademik Universitas Ichsan Gorontalo Utara.